KISAH-KISAH ISLAMI

hikayat

Kisah Tiga Bayi yang Bisa Berbicara

Dibawah ini adalah sebuah kisah tentang tiga bayi yang dapat berbicara selain Nabi Isa alaihi sallam, yang diambil dari hadits Rasulullah sallallahu 'alaihi wasasallam

Dari Abu Hurairah Ra, Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tiada bayi diayunan Ibundanya berbicara, kecuali tiga, yaitu Isa bin Maryam dan bayi yang membebaskan Juraij. Juraij adalah seorang ahli Ibadah. Dia membuat biara dan tinggal didalamnya untuk konsentrasi beribadah.

Pada suatu hari, ibunya Juraij datang dan memanggilnya, sementara dia sedang shalat.

Ibunya Juraij berkata, "Hai Juraij'

Juraij berkata (dalam hati), "ya Tuhanku! Aku memenuhi panggilan ibuku ataukah meneruskan shalatku.", lalu Juraij melanjutkan shalatnya sehingga ibunya Juraij pulang.

Esok hari, ibunya Juraij datang lagi dan memanggilnya, sementara dia sedang shalat.

Ibunya Juraij berkata, "Hai Juraij'

Juraij berkata (dalam hati), "ya Tuhanku! Aku memenuhi panggilan ibuku ataukah meneruskan shalatku.", lalu Juraij melanjutkan shalatnya sehingga ibunya Juraij pulang lagi.

Keesokan harinya ibunya Juraij datang kembali untuk yang ketiga kalinya,dan memanggilnya, sementara dia sedang shalat.

Ibunya Juraij berkata, "Hai Juraij'

Juraij berkata (dalam hati), "ya Tuhanku! Aku memenuhi panggilan ibuku ataukah meneruskan shalatku.", dan Juraij melanjutkan shalatnya. lalu ibunya marah dan berdo'a, "Ya Allah, janganlah dia engkau matikan sehingga dia melihat wajah perempuan lacur."

Orang Bani Israel menuturkan dengan terkagum-kagum kepribadian Juraij dan ibadahnya. Lalu seorang wanita Pelacur yang terkenal kecantikannya dan berkata :

Wanita lacur :"Jika kalian menghendaki, aku akan mengujinya", dan wanita itu mendatangi Juraij, dan dia berusaha merayu dengan segala daya tariknya, tetapi sang Ahli ibadah itu tidak menoleh dan tergoda sedikitpun oleh wanita tersebut, sehingga wanita lacur itu jengkel.

Kemudian wanita itu berzina dengan pengembala yang tinggal tidak jauh dari biara Juraij dan wanita itupun hamil. Ketika melahirkan lalu

wanita itu berkata :"ini anak Juraij". Dan disaat mendengar berita itu, orang-orang segera pergi ke biara Juraij dan memaksanya turun dari biaranya. Mereka ramai-ramai menghancurkan biara dan memukul Juraij bertubi-tubi, lalu Juraij bertanya :

Juraij :"Mengapa kalian berbuat demikian? Apa sebab ini?

Mereka menjawab :"Kau telah berzina dengan pelacur ini, sehingga beranak/melahirkan."

Juraij berkata :"Dimanakah bayinya?". lalu mereka membawa bayi itu kepadanya.

Juraij berkata :"Lepaskan aku, biar aku Shalat dulu." Setelah selesai shalat, lalu Juraij mendekati bayi itu dan menekan perut bayi dengan jarinya,

Juraij berkata :"Siapa ayahmu?"

Bayi menjawab :"Si fulan, si pengembala itu."

Ketika mendengar keterangan yang jelas dari bayi itu, mereka menghampiri Juraij, menciumi dan memeluknya sambil berkata :"Kami akan membangun kembali biaramu dari emas," dan Juraij berkata :"Tidak usah, kembalikan saja seperti sedia kala." Dan mereka bersama-sama membangun kembali biara Juraij yang telah mereka hancurkan itu.

Dan bayi yang ketiga yang dapat berbicara adalah seorang bayi yang ketika sedang menyusu kepada ibunya, mendadak lewat seorang berkendaraan mewah sekali,

ibunya berkata :"Ya Allah jadikanlah putraku ini seperti orang itu." dan mendadak bayi itu melepaskan diri dari menyusu ibunya dan melihat orang yang berkendara itu sambil berkata

Anak Bayi :"Ya Allah, jangan kau jadikan aku seperti orang itu," lalu bayi itu melanjutkan menyusunya.

Dan tak lama kemudian ada budak dipukuli majikannya sambil dikatakan,"Kau pencuri, kau pelacur", sedangkan budak itu hanya membaca,"HASBIYALLAH WANI'MAL WAKIL", (cukuplah Allah bagiku dan dia sebaik-baik dzat yang dipasrahi).

Ibunya berkata :"Ya Allah jangan jadikan anakku seperti perempuan itu," lalu bayi itu segera menghentikan dari menyusunya dan melihat budak yang dianiaya itu, sambil berdo'a,

Anak Bayi :"Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia".

Kemudian terjadi tanya jawab antara ibu dengan bayinya.

Berkata Ibunya :"Tadi ada orang lewat, aku berdo'a, "Ya Allah, jadikanlah putraku ini seperti orang itu." mendadak kau berkata, "Ya Allah jangan kau jadikan aku seperti dia", kemudian ada budak yang dipukuli karena berzina, mencuri, dan aku berdo'a, "Ya Allah jangan jadikan puteraku seperti dia, mendadak kau berdo'a, "Ya Allah jadikan aku seperti dia,"

Bayi itu menjawab :"Laki-laki berkendaraan gagah itu adalah orang yang sangat kejam, sedangkan budak yang dituduh berzina itu padahal tidak berzina, dituduh mencuri padahal tidak mencuri, maka aku berdo'a "Ya Allah jadikanlah aku seperti dia." (HR Bukhari dan Muslim).

Keterangan

Hadits diatas adalah kisah yang berasal dari Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam dalam memberikan pengajaran dalam hal "METODE KISAH DAN CERITA", dan kisah diatas memiliki nilai ekselensi (keistimewaan), karena didasarkan pada kejujuran atau non fiksi, dan juga bukan hayalan, pelakunya bukan rekaan, karena yang bercerita adalah orang yang jujur, benar, dan diakui kejujuran dam kebenarannya itu.

Dengan demikian kisah diatas mengandung rangkaian faedah secara lengkap, mencakup seluruh etika terpuji.

Dari hadits diatas Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam menceritakan kisah Juraij, orang saleh dan Ahli Ibadah dari golongan Bani Israel, Ibadahnya yang gigih dan tekun menjadikannya tidak sempat menyambut panggilan dan tidak setia memenuhi hak ibu yang melahirkannya. Karena kesal dan marah, akhirnya ibunya mendoakan buruk kepadanya dan Allah mengabulkan do'a itu. Maka seorang wanita lacur membuat fitnah keji yang mengakibatkan penderitaan dan hancurnya tempat ibadahnya Juraij. Terbuktilah, do'a ibu yang meluncur dari hati yang kesal dan kecewa. Namun berkat ibadah yang kuat dan ikhlas, Juraij selamat. Seorang bayi berbicara membebaskannya dari segala tuduhan. Akhirnya dikembalikan Juraij pada kedudukannya yang mulia seperti sedia kala.

Selanjutnya Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam menceritakan kisah seseorang wanita biasa, dia yang terkagum dengan penampilan seorang laki-laki yang berpenampilan indah, berkendaraan bagus dan gagah serta kaya. Dan dia berdo'a agar anaknya kelak menjadi orang seperti itu, sementara anaknya menentang melalui bicara yan fasih dengan takdir Allah. Lalu ibunya melihat wanita dihina dicaci maki dan dengan rasa benci berdoa "janganlah anaknya dijadikan seperti itu" tanpa mengetahui keshalihan wanita yang dihinakan itu. Dan anak bayi itu menginsyafkan ibunya bahwa laki-laki yang terlihat elok luarnya itu adalah type lelaki yang otoriter, padahal wanita itu tidak bersalah dan shalihah.

Hikmah

Melalui kisah ini Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan beberapa pengertian penting, dan menyeru melakukan hal-hal terpuji. Diantaranya :

1. Pandangan manusia didunia ini pada umumnya hanya terbatas pada apa yang tampak dari luar, sebaliknya ahli hakikat menilai segala sesuatu pada kebaikan nia hati nurani, mengukur segala sesuatu dengan amal shaleh. Menilai sesuatu dari ukuran lahiriah sering tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Sesungguhnya Allah Swt mengurus hati, menginsyafkan orang-orang yang zalim, serta membantu orang-orang yang tertindas dan keletihan.

2. Keagungan berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu. Do'a ibu adalah mustajab. Apabila sekian urusan berbenturan, hendaknya kepentingan ibu didahulukan.

3. Allah SWT lazimnya memberikan jalan keluar dari kesulitan yang dialami para walinya. Kesulitan atau ujian hidup yang berat kadang-kadang dialami ole mereka dalam rangka untuk pendidikan disamping menambah ketinggian derajat disisi Allah SWT, sebagaimana firmannya.

"............Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah memberikan kepadanya jalan keluar." (Qs At-Thalaq : 2)

4. Dan masih banyak lagi pelajaran dalam hikmah pada setiap peristiwa.

Kisah 3 Orang Yang Terjebak Di Dalam Gua

Abdullah bin Umar Ra. Berkata :"Aku mendengar Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam. Bersabda, " Terjadi pada masa dahulu sebelum kamu, tiga orang berjalan jauh hingga terpaksa bermalam di gua. Tiba-tiba ketika mereka tengah di gua, sebuah batu besar jatuh dari atas bukit menutupi pintu gua. Dan mereka tidak dapat keluar dari gua tersebut. Lalu mereka berkata sepakat." Sungguh tidak ada sesuatu yang menyelamatkan kamu dari bahaya ini, kecuali bila kamu bertawasul pada Allah SWT dengan amal-amal saleh yang pernah kamu lakukan." Dan seorang dari mereka berkata :"Ya Allah dahulu aku mempunyai ayah dan bunda, aku biasa tidak memberi minuman susu pada seorangpun sebelum keduanya, baik pada istri maupun anak-anak. Pada suatu hari, aku menggembala ternak agak jauh hingga aku tidak kembali pada keduanya, kecuali sesudah malam dan ayah bundaku telah tidur. Aku terus memerah susu untuk keduanya. Akupun segan membangunkan keduanya, sementara aku tidak akan memberikan minuman itu kepada siapapun sebelum keduanya. Aku semalaman menunggu keduanya bangun sambil tanganku memegang gelas. Menjelang fajar, bangunlah keduanya, dan minum dari susu yang aku perah itu. Padahal malam itu juga anak-anakku merengek meminta susu itu didekat kakiku. Ya Allah, jika aku berbuat itu benar-benar mengharap keridhaanmu, maka lapangkanlah keadaan kami ini." Lalu menyisihlah sedikit batu itu, hanya saja mereka masih belum dapat keluar.

Orang kedua berdo'a, "Ya Allah, dahulu aku pernah terikat cinta kasih dengan anak gadis pamanku. Karena cinta kasih, aku selalu merayu dan ingin berzina dengannya. Namun dia selalu menolak, hingga pada suatu saat dia menderita kelaparan dan datang meminta bantuan kepadaku, aku berikan uang seratus dua puluh dinar padanya, dengan janji dia akan menyerahkan dirinya kepadaku pada malam harinya. Kemudian tatkala aku telah duduk diantara kedua kakinya, tiba-tiba dia berkata, "takutlah kepada Allah, dan jangan kau pecahkan tutup kecuali dengan halal." mendengar nasihat ini aku segera berpaling darinya, padahal dia wanita yang amat ku cintai. Dan akupun meninggalkan dinar yang telah aku berikan padanya. Ya Allah, jika aku berbuat ini benar-benar karena mengharap ridha-mu, maka hindarkanlah kami dari kemalangan ini." Lalu bergeraklah batu itu menyisih sedikit, tetapi mereka masih belum juga dapat keluar dari gua.

Orang ketiga berdo'a, "Ya Allah, dahulu aku majikan yang mempunyai banyak buruh. Suatu hari ketika aku membayar upah buruh-buruh itu, tiba-tiba ada seorang dari mereka tidak sabar menunggu. Dia segera pergi meninggalkan upah dan terus pulang kerumahnya tidak kembali. Aku kembangkan upah itu hingga bertambah dan berbuah hingga menjadi kekayaan yang banyak. Setelah lama, datanglah buruh itu dan berkata, "Hai Abdullah, berikan upahku yang terdahulu itu." jawabku, "kekayaan yang ada didepanmu berupa unta,lembu, dan kambing, serta budak penggembalanya itu seluruhnya upahmu." Orang itu berkata,"Hai Abdullah janganlah engkau mengejekku", aku menjawab,"Benar, aku tidak mengejekmu."maka diambilnya semua yang aku sebut itu. Dia tidak menyisahkan satupun." ."Ya Allah, jika aku berbuat itu benar-benar karena mengharap keridhaanmu, maka hindarkanlah kami dari kesempitan ini." Tiba-tiba menyisihlah batu besar itu hingga mereka dapat keluar dari gua dengan selamat." (HR Bukhari dan Muslim).

Dengan kisah tersebut Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam menerangkan keutamaan amal shaleh. Allah SWT membalas amal shalih itu didunia dan diakhirat. Didala kisah tersurat keutamaan berdo'a dan keutamaan kembali kepada Allah dengan bertobat. Sesungaguhnya manusia dianjurkan berdo'a pada saat-saat sulit, saat memohon hujan dan saat-saat lainnya dengan keshalehan amalnya serta bertawasul kepada Allah.

Didalam hadits tersebut diterangkan keutamaan berbakti kepada kedua orang tua, keutamaan melayani dan mendahulukannya daripada anak, istri dan yang lain. Juga keutamaan menjaga diri dan mencegah diri dari perbuatan haram secara murni karena Allah.

Kisah Ashabul Ukhdud

Suhaib Ra berkata bahwa Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Dahulu ada seorang raja yang mempunyai seorang yang pakar sihir. Ketika umurnya telah senja,

pakar sihir berkata :"Wahai raja, kini aku telah senja, karena itu kirimkanlah kepadaku seorang pemuda yang bisa aku kader dalam hal persihiran agar dapat menggantikan kedudukanku disisimu jika aku meninggal dunia nanti." lalu raja memilih seorang pemuda untuk belajar persihiran kepada pakar sihir itu dan mendapatkan 1 pemuda. Ketika pemuda itu menuju tempat pakar sihir, pemuda itu bertemu seorang rahib dan pemuda itu tertarik kepada rahib, dan dia duduk mendengarkan ajaran-ajarannya dan merasa puas, hingga terlambat datang ketempat pakar sihir. Dan karena pemuda itu terlambat datang maka ia mendapatkan pukulan. Lalu pemuda itu mengadu kepada rahib.

Rahib berkata :"Jika kamu takut pakar sihir, katakan kamu masih ditahan keluargamu, dan jika kamu takut keluarga, katakan bahwa kamu ditahan oleh pakar sihir."

Sekian lama keadaan ini berjalan baik. Pada suatu hari ketika dia berangkat, mendadak ditengah jalan ada binatang besar yang menghadang jalan. Disitu pemuda ini berkata,

Pemuda :"Pada hari ini aku akan mengetahui, pakar sihirkah yang lebih baik ajarannya ataukah rahib." Dan pemuda itu mengambil batu sambil berkata,

Pemuda :"Ya Allah, jika ajaran rahib lebih kau sukai daripada pakar sihir, maka bunuhlah binatang buas ini supaya orang-orang tidak terhadang jalannya." Lalu batu dilemparnya dan mengenai binatang itu, dan seketika itu juga binatang tersebut mati dan orang-orang bisa berjalan lagi dengan aman.

Pemuda itu memberitahukan kejadiannya kepada rahib.

Rahib berkata :"Hai anakku, kamu kini lebih utama daripadaku, kau kelak akan mendapatkan ujian. Maka tatkala kamu mendapat ujian, janganlah kamu mengikut-ikutkan aku." Berkat karunia Allah, pemuda itu akhirnya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, terutama yang biasa dikatakan oleh manusia tidak dapat sembuh, seperti buta, belang, dan lain-lain.

Seorang kawan raja sakit mata hingga buta dan telah berobat kemana-mana tidak juga sembuh. Ketika ia datang kepada pemuda itu dengan membawa hadiah yang banyak sekali, sambil berkata,

Kawan raja :"Jika kamu dapat menyembuhkan penyakitku, maka aku akan mengumpulkan segala apa saja untukmu."

Pemuda :"Aku tidak dapat menyembuhkan, tetapi Allah yang menyembuhkan, jika kau percaya kepada Allah, maka aku akan berdo'a dan Allah akan menyembuhkanmu." Lalu orang itu percaya kepada Allah, dan didoakan, lalu seketika itu juga sembuh dan dapat melihat kembali.

Raja merasa kagum melihat kawannya sembuh kembali, dan raja bertanya,

Raja :"Siapakah yang menyembuhkan matamu?"

Kawan raja :"Tuhanku!"

Raja :"Apakah kau percaya kepada tuhan selain aku?"

Kawan raja :"Tuhanku dan tuhanmu adalah Allah". Lalu raja menyiksanya supaya kembali kepada agama semula, tetapi dia tidak berubah imannya. Raja terus menyiksanya hingga akhirnya dia menunjuk pemuda itu.

Pemuda itu dipanggil, dan ditanya oleh raja,

Raja :"Hai anakku, sihirmu telah melampaui batas sehingga dapat menyembuhkan buta dan belang."

Pemuda :"Sesungguhnya aku tidak dapat menyembuhkan seorangpun, hanya Allah yang menyembuhkan." raja segera menyiksanya dengan keras dan kejam hingga dia terpaksa mengait-ngaitkan rahib. Rahib di panggil dan diperintahkan untuk meninggalkan agamanya. Tetapi rahib menolak perintah raja. Di ambilah gergaji dan diletakan diatas kepalanya hingga badannya terbelah menjadi dua bagian. Tibalah giliran kedua, teman raja diperintahkan meninggalkan agama Tuhan. Dia pun menolak perintah raja. Akhirnya dia juga menerima hukuman digergaji dari atas kepala hingga terbelah menjadi dua.

Berikutnya giliran pemuda. Dia diperintahkan meninggalkan agamanya, dia juga menolaknya. Lalu raja memerintahkan tentaranya untuk membawa pemuda itu keatas bukit, dan disana ditawarkan kepadanya untuk melepaskan agama Allah. Kalau tetap bersikukuh, dia akan dilemparkan dari atas bukit supaya mati. Ketika telah sampai di puncak bukit, pemuda itu berdo'a "Allahumma ikhfiinihim bima syi'ta" (Ya Allah, hindarkan aku dari bahaya mereka ini dengan kehendakmu). Mendadak seketika itu bergeraklah bukit sehingga seluruh tentara raja jatuh.

Pemuda itu kembali kepada raja, dan ditanya oleh raja,

Raja :"Dimana para tentara yang membawamu?"

Pemuda :"Allah telah menyelamatkanku dari mereka." Lalu raja memerintahkan tentara yang lain untuk membawa pemuda itu naik perahu. Maksudnya bila telah berada ditengah laut supaya ditawarkan lagi kepadanya untuk meninggalkan agamanya, bila ia menolak dia akan dilemparkan ke laut. Sesampainya dilaut, pemuda itu berdo'a "Allahumma ikhfiniihim bima syi'ta" (Ya Allah, hindarkan aku dari bahaya mereka ini dengan kehendakmu). Lalu perahu itu terbalik dan seluruh tentara itu tenggelam.

Pemuda itu kembali kepada raja. Dan raja kembali bertanya,

Raja :"Dimana tentara yang membawamu?"

Pemuda :"Allah telah menyelamatkanku dari mereka"

Pemuda :"Wahai Raja, kamu tidak akan mampu membunuhku, kecuali jika kamu menuruti perintahku,"

Raja :"Apa perintahmu hai pemuda?"

Pemuda :"Kumpulkan seluruh rakyat disuatu lapangan, gantung aku diatas tiang, dan ambillah anak panahku dari tempatnya, lalu letakan pada busurnya, kemudian bacalah "Bismillah rabbi ghulam"(dengan nama Allah tuhan pemuda ini) bersamaan melepaskan anak panah itu ke arahku. Bila kau lakukan pesanku ini, niscaya dapatlah kamu membunuhku."

Segeralah raja mengumpulkan seluruh rakyat disuatu lapangan. Pemuda itu digantung diatas tiang, dan diambilnya anak panah dan diletakkan pada busurnya dengan membaca, "Bismillah rabbi ghulam", lalu dilepaskan anak panah itu kearah pemuda dan tepat mengenai pilipisnya. Pemuda itu meletakkan tangannya diatas luka kena panah itu hingga wafat. Dan serentak rakyat yang menyaksikan kejadian itu berkata "Amanna birabbil ghulam" (kami beriman kepada Tuhan pemuda itu). Lalu kepercayaan kepada Allah SWT itu menjadi merata diseluruh lapisan rakyat.

Peristiwa ini disampaikan kepada raja, "Tahukah, apa yang tadinya kau khawatirkan, kini benar-benar terjadi, seluruh rakyatmu beriman kepada Tuhan pemuda itu." Lalu raja memerintahkan tentaranya membuat parit besar (ukhdud) pada tiap-tiap persimpangan jalan. Dinyalakan api didalamnya, dan siapa yang berjalan diperintahkan untuk meninggalkan agamanya, serta kembali kepada agama raja. Dan orang yang menolak akan dibakar dalam kobaran api yang menyala-nyala.

Diantara sekian banyak orang yang disiksa itu, ada seorang wanita yang membawa bayinya. Ketika diperintah untuk meninggalkan agamanya, dia menolak. Pada waktu bayinya ditarik untuk dimasukan kedalam api, tiba-tiba ibunya kelihatan akan menyerah karena tidak sampai hati melihat bayinya dibakar, namun mendadak bayi dapat berbicara,"Bunda, bersabarlah, sungguh bunda mendapati kebenaran". (HR Muslim).

Kisah penguasa Najran membuat parit, atau yang disebut dengan kisah Ashabul Ukhdud tersebut dituturkan dalam Al-Qur'an dibawah ini:

قتل أصحب الأخخدود ، النار ذات الوقود ، إذهم عليها قعود ، وهم على ما يفعلون بالمؤمنين شهود ، وما نقموا منهم إلا أن يؤمنوا باالله العزيز الحميد ، اللذى له ملك السمآوت والأرض والله على كل شىء شهيد.

"Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan) dengan kayu bakar, ketika mereka duduk disekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang yang beriman itu melainkan karena orang-orang yang beriman itu beriman kepada Allah yang maha perkasa lagi maha terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, dan Allah maha menyaksikan segala sesuatu."

Kesimpulan

Kisah hidup yang indah ini mengandung gambaran banyak hal yang esensial dan berharga, diantaranya :

1. Dalam rangka memback-up para walinya, Allah SWT memberikan tanda kemuliaan berupa keramat, tanpa mereka harus mengaku-ngaku mendapatkan derajat kenabian.

2. Adanya perbedaan signifikan antara keramat dan sihir. Keramat selalu lebih unggul dan mampu mengalahkan perilaku sihir. Sekalipun sihir tidak pernah menang.

3. Adanya penguasa pada saat itu, yang sewenang-wenang (otoriter). Tidak memiliki kepedulian terhadap kehendak bangsanya.

4. Berlaku tidak jujur diberi toleransi dalam rangka kebaikan secara agama dalam batas-batas tertentu.

5. Sabar dijalan keimanan dan membela agama, buktinya mereka memilih menahan derita daripada menjual agama walau tubuhnya digergaji.

6. Mati kelihatan disukai dan terasa tawar dijalan Allah SWT.

7. Seorang bayi dapat berbicara demi memberikan pertolongan atau dukungan kepada ibundanya.

8. Nurani kafir karakternya keras membantu betapapun lambang-lambang keagamaan dan bukti-bukti diluar akal begitu jelas terpampang didepannya.

9. Peristiwa yang terjadi pada masa lalu bisa diambil pelajaran dan kenyataan berlangsungnya perang antara keimanan dan kekufuran dari dulu sampai sekarang.

10. Jika dibiarkan fair (jujur, adil), sebenarnya jiwa manusia cenderung menerima kebenaran.

11. Orang yang takut kepada Allah SWT pasti ditakuti makhluk lainnya dan akan hancur segala rintangan yang menghadang didepannya.

12. Kebathilan tidak mampu eksis didepan kebenaran, kecuali bila kebatilan diselubungi kekuatan dan tekanan peraturan legal yang lalim dan otoriter.

13. Kejamnya kekufuran didalam melakukan tindakan pembalasan.

14. Tidak benarnya praktik kerahiban (yahudi) dan praktik memeluk agama Masehiyah (nasrani) serta lainnya, karena praktik kerahiban dan praktik memeluk agama masehiyah kini menjadi cerita jejak laku masa lalu.

15. Peranan As-sunnah didalam menjelaskan Al-Qur'an.

Sekian adanya....

اوليه ‏مديس ألبتاوى

www.majlas.yn.lt

High Quality Services

Comments via facebook

Cantik itu relatif
Tampan itu relatif
Pintar itu relatif
Bodoh itu relatif
Kaya itu relatif
Miskin juga relatif
Karena memang diatas langit masih ada langit
This template downloaded form free website templates

Polly po-cket